Blogger templates

Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juni 2014

Hot Berita Nasional Indonesia 2014 (Edisi 1 Juni 2014)


Pengundian Nomer Pilpres 2014
Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapatkan nomor urut 1 dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat nomor urut 2. Hal tersebut ditentukan dalam rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut 2 pasangan capres cawapres peserta Pilpres 2014 di Gedung KPU, Minggu (1/6/2014).

Duet yang diusung Koalisi Merah Putih ini langsung menuju ruang sidang utama KPU. Namun, sebelum menuju tempat duduk yang sudah disediakan, rombongan Prabowo-Hatta terlebih dahulu menyalami rombongan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Jokowi-JK.

Setelah itu, pasangan capres dan cawapres ini duduk satu meja yang telah disediakan oleh lembaga pimpinan Husni Kamil Manik ini.

Jokowi yang selama ini bersitegang dengan Prabowo Subianto, kini duduk bersebelahan. Prabowo dan Jokowi sempat bersalaman dengan senyum yang lebar. Mantan Danjen Kopassus sendiri sempat memegang pundak Jokowi.

Setelah itu, barulah rombongan KPU dan Bawaslu masuk ke dalam ruang sidang utama. Terlihat Husni Kamil Manik, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Sigit Pamungkas, Ida Budiarti, dan Arief Budiman. Sedangkan Bawaslu diwakili oleh Nasrullah.

Sebelum acara dimulai, para pasangan capres dan cawapres serta seluruh tim pendukung yang sudah berada di dalam ruang sidang utama KPU menyanyikan lagi Indonesia Raya.

Proses pengundian dilakukan dalam 2 tahap. Dalam pengundian tahap pertama, cawapres Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa mengambil bola bersamaan. Hasilnya,  JK mendapatkan nomor 8, dan Hatta nomor 4. Artinya pasangan Jokowi-JK didaulat menjadi yang pertama mengambil nomor urut.

Dalam tahap kedua, Joko Widodo mengambil dulu 1 tabung batik di antara 2 tabung yang berada di dalam kotak kaca, sesuai aturan KPU. Disusul Prabowo Subianto yang telah berdiri di sampingnya.

Jokowi tampak berdoa dulu sebelum mengambil gulungan disusul Prabowo. Hasilnya, Jokowi mendapatkan nomor urut 2 dan Prabowo mendapatkan nomor urut 1.

Jokowi langsung mengacungkan 2 jari berbentuk V dan Prabowo mengacungkan jari telunjuknya. Yel-yel bagi kedua pasangan langsung berkumandang di dalam Gedung KPU.

Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan, nomor urut tersebut untuk sosialisasi Pilpres dan pembuatan surat suara dalam pencoblosan yang digelar pada 9 Juli 2014. Kedua pasangan capres dan cawapres yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-Hatta telah disahkan sebagai peserta Pilpres 2014 pada 31 Mei 2014.

Berita Polhukam Indonesia 2014 (Edisi 1 Juni 2014)


KPK Akan Tetap Hebat Tanpa Menyebutkan Anas Mau Nyapres
JAKARTA - Dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam sidang perdana mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menuai kritik. Sebab dalam dakwaan tersebut Anas dituduh sudah menghimpun dana-dana untuk menjadi presiden.

"KPK akan tetap hebat tanpa menyebutkan Anas diduga melakukan korupsi untuk nyapres," kata pengamat hukum Margarito Kamis, saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (31/5/2014).

Dari mengatakan dakwaan tersebut hanya bersifat mubazir, sebab tidak ada gunanya untuk menyelidiki kasus tersebut lebih dalam. "Bagaimana tanda-tandanya Anas yang dinyatakan ingin jadi capres?. Itu bukan matreri, yang jadi menjadi materi perkara," ucapnya.

Menurut saya, lanjutnya, KPK tidak elok menyebutkan hal tersebut, karena tidak ada subtansi hukumnya. "ini adalah tindakan mubazir,"tukasnya.

Sebelumnya dalam dakwaan di sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Anas dituduh sudah menghimpun dana-dana untuk menjadi presiden.

"Terdakwa pada sekitar 2005, keluar dari anggota Komisi Pemilihan Umum dan selanjutnya berkeinginan untuk tampil menjadi pemimpin nasional yaitu sebagai Presiden RI, sehingga memerlukan kendaraan politik dan biaya yang sangat besar," kata ketua jaksa penuntut umum Yudi Kristiana di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat 30 Mei lalu.

Anas didakwa mendapat 7-20 persen sebagai fee yang disimpan di brankas Permai Grup. Bentuk fee yang diterima Anas adalah mobil Toyota Harrier B 15 AUD senilai Rp670 juta, 1 unit mobil Toyota Vellfire B 69 AUD seharga Rp735 juta, kegiatan survei pemenangan Rp478,6 juta dan uang Rp116,52 miliar dan USD5,26 juta dari berbagai proyek.

"Padahal, diketahui janji atau hadiah itu digunakan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu terkait dengan jabatannya yaitu selaku anggota DPR untuk mengupayakan pengurusan proyek P3SON Hambalang di Kemenpora, proyek-proyek di Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendiknas dan proyek-proyek lain yang dibiayai APBN yang didapatkan Permai Grup," ungkap Yudi.

Atas perbuatan tersebut Anas didakwa berdasarkan pasal 12 huruf a subsider pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 jo pasal 64 KUHP tentang penyelenggara negara yang menerima suap atau gratifikasi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 sampai 20 tahun dan pidana denda Rp200-Rp1 miliar.

Berita Metda Indonesia 2014 (Edisi 1 Juni 2014)


9 Elemen di Jatim Siap Menangkan Prabowo-Hatta

 

Surabaya - Dukungan terhadap Prabowo-Hatta sebagai capres dan cawapres terus mengalir. Kini 9 elemen di Jawa Timur menyatakan dukungannya. Mereka tergabung dalam Relawan Pemenangan Prabowo-Hatta Jawa Timur.

Deklarasi ini bertempat di halaman Gedung Astranawa, Jalan Gayungsari Timur, Minggu (1/5/2014) dihadiri langsung Ketua Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Prabowo-Hatta, Mahfud MD.

Di depan Mahfud MD, ke 9 elemen ini berkomitmen memenangkan Prabowo-Hatta. Ke 9 elemen itu diantaranya, Pemuda Pancasila, Fans Rhoma Irama, Back to Nation, Forum Kesultanan Nusantara, Asosiasi Tarekat Indonesia, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, dan Forum Kyai dan Santri Jawa Timur.

Ketua Relawan Pemenangan Prabowo-Hatta Jatim, Mohammad Hamzah, mengatakan sebagai salah satu kelompok masyarakat pihaknya ingin berperan serta dalam menegakan demokrasi dan menentukan arah kebijakan bangsa dengan mendukung Prabowo-Hatta.

"Prabowo Subianto kita yakini mampu mengemban amanah dan melaksanakan visi kebangsaan demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang aman, stabil, sejahtera, demokratis, dan berdaulat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," ucap Hamzah dalam sambutannya.

Selain dihadiri Mahfus MD, deklarasi juga dihadiri Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam, Dewan Pembina Tim Pemenangan Prabowo-Hatta La Nyalla Mattalitti serta Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta untuk Jawa Timur Soepriyatno yang sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Jatim.

Dalam sambutannya, Soepriyatno mengibaratkan dukungan terhadap Prabowo-Hatta seperti buah semangka. "Buah semangka yang luarnya berwarna hijau adalah dukungan dari para kyai Nahdliyin, dan di dalamnya yang merah merupakan kaum Marhaeniss Nasionalis," ucapnya.


(Sumber : www.news.detik.com)

Berita Ekbis Indonesia 2014 (Edisi 1 Juni 2014)


Modal Jutaan Rupiah, Wanita Ini Bisnis Sepatu Cantik Berkain Etnik
Tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah usaha. Setidaknya itulah yang dialami Dewi Andriani. Wanita ini pun akhirnya melirik sepatu wanita yang dengan sentuhan kain tradisional sebagai peluang usahanya.

Dewi, saat ditemui VIVAnews, mengaku mendapat ilmu berbisnis dari para pengusaha dan pengamat bisnis. Kebetulan dia adalah seorang wartawan sebuah harian nasional dan sempat memegang rubrik peluang usaha. Dari situlah tercetus untuk membuka usaha.

"Dulu, saya sempat (memegang rubrik) peluang usaha. Jadi, kenal dan sering wawancara narasumber. Dari sana, saya mulai terinsipirasi (berusaha), tetapi tidak pernah coba-coba," kata dia di Jakarta.

Bahkan, lanjut Dewi, narasumbernya pernah menegurnya karena tak kunjung memulai usaha. Bagi wanita yang gemar menulis, teguran itu ibarat "sentilan" untuk segera berusaha.

"Pengamat sampai bilang, 'Yang kerja itu malah otak kirinya. Yang kanan, malah tidak'. Jadi, saya bisa menulis, tetapi tidak mengaplikasikannya. Rasanya, gimana gitu," ujar dia.

Pernah Dewi menjadi reseller sepatu. Karena jadwal pekerjaannya yang padat sebagai wartawan, bisnisnya pun terhenti. "Akhirnya, terpikir membuat (usaha) sendiri," kata dia.

Lantas, perempuan yang berdomisili di Kebagusan, Jakarta Selatan ini bertemu dengan seorang makloon--jasa pembuatan produk oleh pihak lain. Akhirnya, Dewi memutuskan untuk berjualan sepatu. Alasannya, bisnis fashion seperti tas dan pakaian sudah banyak pemainnya, sementara di bidang sepatu, pemainnya belum begitu banyak. "Saya lupa, Januari apa Februari gitu," jelas dia.

Dengan jasa makloon, Dewi tidak perlu repot-repot mengucurkan dana untuk investasi perajin dan alat mesin. Sebab, dara kelahiran 1987 ini termasuk pemain baru dalam dunia usaha.

"Saya pesan sepatu ke mbaknya (makloon). Mereka yang mengerjakan. Kalau saya menyiapkan investasi orang (perajin) dan mesin, itu berat. Saya menggunakan jasa makloon, karena tidak tahu cara menjahit sepatu yang benar," kata dia.

Dewi pun memilih nama R&D Shoes. Namanya diambil dari inisial nama kakaknya dan namanya: Rika dan Dewi. Modal yang dikucurkan pun sebanyak Rp7 juta. Dengan uang itu, sepatu yang bisa diproduksi sebanyak 100 pasang dan ada bonus 20 pasang. "Patungan sama kakak, fifty-fifty," ujar dia.

Tapi sebelumnya, Dewi harus membayar uang muka 50 persen untuk produksi sepatu. Sisanya dibayarkan, setelah seratus pasang sepatu selesai diproduksi.

Sebelum proses produksi, Dewi memilih model, kain, dan bahan-bahan lainnya untuk disulap menjadi sepatu wanita yang cantik. Ada sepatu teplek (flat shoes) dan ada sepatu converse.

Wanita ini pun memproduksi sepatu dengan memadukan kulit imitasi dan kain tradisional cap, seperti kain model ulos, tenun, madura, kawung, songket, dan dayak. Kainnya pun terbuat dari katun.

Dewi memang mengusung kain tradisional sebagai pemanis sepatunya. Tak heran, dia mengangkat tagline "tR&Dy with tRDitional style" yang kira-kira berbunyi "trendy with traditional style".

"Untuk satu model sepatu flat, hanya ada lima pasang. Tetapi, kalau model converse, pembeli bisa costume pake bahan yang diinginkan. Masa pengerjaannya 7-10 hari," kata dia.

Harganya pun terjangkau. Sepasang flat shoes dibanderol dengan harga Rp120-140 ribu, sedangkan sepatu converse seharga Rp200 ribu per pasang.

Dewi memasarkan produknya ke teman-temannya dan teman kakaknya. Pembelinya memang baru sebatas teman-temannya. Namun, dia membuka toko online melalui gadget-nya. Dengan cara seperti itu, Dewi bisa mendapatkan reseller sepatunya.

"Ada istrinya temanku di Medan, yang ingin jadi reseller. Setelah deal, akhirnya dia jualan sepatuku di Medan," kata dia.

Namanya berusaha, tentu berisiko, seperti mendapatkan keluhan pembeli. Dewi berujar, ada pembeli yang mengeluhkan kainnya sepatunya sama dengan sepatu lain, motif kain yang tidak sama antara sepatu kanan dan di kiri, dan ada juga mengeluh tapak sepatu yang terlalu tipis.

"Ke depannya, saya mau perbaiki: sol sepatunya lebih tebal," ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan omzet penjualan? Untuk yang satu ini, Dewi merahasiakannya. "Karena masih baru, (omzet) saya belum terlalu banyak," kata dia.

Lalu, bagaimana kalau hendak membeli produknya? Dewi mematok pesanan minimal sepatunya sebanyak satu kodi alias dua puluh unit. Pembaca bisa berkunjung ke Jalan Kebagusan Raya, Gang Mansyur No. 99, RT 10/RW 7 Jakarta.

Jika tidak sempat, pembaca juga bisa mengontaknya lewat surat elektronik di rd.shoes14@gmail.com atau akun Facebook: R&DShoes.

"Minimal order sekitar satu kodi, dua puluh pasang. Lamanya pengerjaan 28 hari. Itu kalau untuk model baru ya. Kalau modelnya sudah ada, ya, langsung dikirim. Itu pun dilihat dari stok juga," kata dia. (asp)

Sabtu, 31 Mei 2014

Hot Berita Nasional Indonesia 2014 (Edisi 31 Mei 2014)


Kasus Transjakarta Menyerat Nama Gubernur DKI jakarta
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk terus mengusut persoalan dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang mengerti permasalahan hukum tersebut.

"Kejaksaan Agung harus mememanggil semua pihak yang mengetahui kasus tersebut," ujar Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani saat ditemui wartawan di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Bahkan, Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) layak untuk dipanggil dan dimintai keterangan oleh Kejagung.

Sejauh ini Kejagung belum berencana melakukan pemanggilan terhadap Jokowi untuk meminta keterangan dugaan korupsi pengadaan Bus Transjakarta dari China. Sementara tersangka Udar Pristono merasa dirinya telah dikorbankan oleh Jokowi.

Karena menurutnya, pengadaan Bus Transjakarta merupakan program Pemprov DKI Jakarta yang masuk tahun anggaran 2013 atas perintah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jokowi telah menyatakan siap diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait pengadaan bus Transjakarta berkarat. Kuasa Hukum Jokowi, Todung Mulya Lubis menegaskan, Jokowi mndukung langkah Kejagung untuk mengungkap skandal dalam pengadaan Bus Transjakarta.

"Gubernur siap diperiksa Kejagung karena Jokowi merupakan warga negara yang mematuhi hukum," ujar Todung Mulya Lubis di Posko Pemenangan Jokowi 4 Presiden (JW4P) di Menteng, Jakarta, Kamis 22 Mei 2014.

Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto mengaku pihaknya telah mengklarifikasi tentang keberadaan surat tersebut yang beredar luas di publik.

"Pak Jaksa Agung sudah mengklarifikasinya kemarin. Surat itu tidak ada. Rasanya kami juga belum pernah memanggil Pak Jokowi," ujar Andhi ketika dikonfirmasi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (30/5/2014).

Hal ini disampaikan Andhi terkait beredarnya surat penangguhan pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta yang biasa disapa Jokowi itu ke Kejagung.

Dalam surat yang beredar luas itu berisi mengenai jawaban dari Jokowi atas panggilan yang dilayangkan oleh pihak Kejagung per tanggal 12 Mei 2014 dengan nomor surat B-964/F.2/Fd1/05/2014 Pidsus 5B, yang ditandatangai Direktur Penyidikan selaku penyidik.

Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut apakah pihaknya berencana memanggil Jokowi, Andhi tidak menjelaskan secara pasti.  "Tunggu saatnya, penyidikan masih berjalan terus. Kita akan sisir satu persatu," tandasnya.

Gerakan kader HMI se-Jakarta menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya, terkait pengakuan mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Udar Pristono terkait kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta.

"Kami minta Jokowi segera mundur dari jabatan Gubernur DKI Jakarta, agar memermudah proses penyidikan," kata koordinator aksi Fahriz Badar dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (28/5/2014).

Maka itu, Fahriz mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera menetapkan Jokowi sebagai tersangka dalam kasus korupsi tersebut. Sebab, kata dia, Jokowi sebagai penandatangan penetapan proyek itu, seperti Andi Malarangeng sebagai penanggung jawab proyek Hambalang.

"Kejaksaan Agung harus memertimbangkan keterangan Udar Pristono mengenai keterkaitannya dalam kasus korupsi Bus TransJakarta," ucapnya.

Maka dari itu, lanjutnya, capres dari PDIP itu diminta untuk menghentikan pencitraan kepada rakyat DKI Jakarta dan bertanggung jawab atas korupsi kasus Bus TransJakarta. "Kerugian negara sebesar Rp1,5 triliun, Jokowi harus bertanggung jawab," tukasnya.

Seperti diketahui, melalui kuasa hukumnya, Feldy Taha, Udar mengklaim punya bukti kuat yang bisa menyeret Jokowi ke Kejagung untuk diperiksa. Jadi, bagaimana Jokowi akan memimpin Indonesia, baru satu tahun menjadi Gubernur, sudah diduga terlibat korupsi.

Padahal, para fanatikusnya sudah menganggap Jokowi seperti 'nabi' yang maksum, tanpa cacat, kok doyan duit? "Saya dan tim sudah menemukan bukti yang bisa dapat menyeret Gubernur. Bukti itu dalam bentuk SK Gubernur mengenai pekerjaan penggunaan barang dan kuasa penggunaan anggaran," kata Feldy, Minggu 25 Mei 2014.

(Sumber : www.sindonews.com)